Sabtu, 23 Juli 2011

Poetry Hujan: Pada Suatu Jendela

Kutatap jauh ke balik kaca di sana,
Kepada gumpalan awan yang tak pernah sama di setiap detiknya,
Yang terbingkai sudut dan sisi-sisi jendela

Kadang menutupi matahari,
Kadang membiarkannya menerangi ruang hati...
Tak diam, tak pernah sama, berjalan menempati bingkai jendela yang lainnya

Oh rupanya angin bertiup selalu,
Mendorong arakan awan ke sisi bumi yang satu lagi...

Mengapa tak kau titipkan saja segala beban itu padanya?
Agar mengelana bersama hembusannya,
Berpegangan pada ekor awan dan terbang,
Kemudian jatuh habis dengan curahan hujan entah di mana...

Lalu biarkan rahasia mengirim pesan singkat dari dirinya, tentang senyum pada lengkung pelangi,
Yang akan mendatangi bingkai jendelamu di sore nanti...






_by Ihsania_Tuesday, 11 January 2011 at 14:19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar